x-pal's Blog

Just another WordPress.com weblog

1. Pengenalan

1.1. Cable TV

Cable TV berasal dari Pennsylvania, USA, sekitar akhir 1940-an. Seorang pemilik toko perabotan di sebuah kota kecil di lembah pegunungan tidak puas akan kualitas sinyal televisi yang diterimanya, hal ini disebabkan karena sinyal sulit masuk ke lembah. Beliau memasang antena besar di puncak gunung, kemudian menarik kabel twin lead antenna ke tokonya. Dan siaran televisi dapat dinikmati oleh kota tersebut, penjualan televisi meningkat pesat. Beliau memperbaiki kualitas tangkapan sinyal dengan menggunakan kabel coaxial dan beberapa amplifier (boosters). Ide ini kemudian dengan cepat tersebar luas, dan digunakan hampir di seluruh pelosok Amerika, dan kini hampir di seluruh dunia.

Sejak 1970-an sudah dimulai pengembangan teknologi digital melalui jaringan kabel. Kini sebagian besar jaringan televisi kabel di benua Amerika Utara sudah menggunakan kombinasi kabel coaxial dan fibre optic yang umumnya disebut HFC (Hybrid Fibre-Coaxial). HFC memungkinkan kapasitas channel yang lebih banyak dan transmisi dua arah. Kemampuan inilah yang selanjutnya dikembangkan untuk penggunaan cable modem.

1.2. Cable Modem

Modem sebetulnya adalah singkatan dari Modulator-Demodulator. Modulate adalah proses penerjemahan data dari digital ke analog sehingga bisa ditransmisikan. Demodulate adalah sebaliknya, proses menerjemahkan dari analog ke digital. Walaupun demikian, cable modem sebetulnya cara bekerjanya lebih menyerupai Network Interface yang digunakan untuk Local Area Network (LAN).

Modem walaupun hanya memiliki kecepatan sekitar 50 Kilobit per detik, bisa dikatakan tidak dipengaruhi oleh jarak. Lain halnya dengan Ethernet yang memiliki kecepatan 10 atau 100 Megabit per detik tetapi hanya bisa dalam jarak maksimum kurang lebih 1 km. Cable modem berada di tengah-tengah. Kecepatannya berkisar antara 3 hingga 56 Megabit per detik, dan bisa bekerja dalam jarak 100 km atau bahkan lebih.

Diagram 1
Diagram 1

Seperti diilustrasikan dalam diagram di atas, sinyal dari cable tv dipisahkan menjadi dua, satu untuk sinyal televisi dan satu lagi khusus untuk data. Kedua sinyal tersebut tidak akan mencampuri satu sama lainnya.

Isi Cable Modem

Walaupun isi cable modem berbeda-beda, pada dasarnya sekarang isinya seperti diilustrasikan di diagram berikut.

Diagram 2

  • Tuner: yang menguhubungkan langsung ke saluran CATV, umumnya menggunakan diplexer sehingga memungkinkan transmisi masuk dan keluar melalui tuner yang sama. Tuner ini harus berkualitas cukup baik untuk menerima sinyal QAM digital yang termodulasi.
  • Demodulator: sinyal IF yang masuk diterima oleh demodulator yang biasanya terdiri dari penerjemah Analog -> Digital, QAM-64/256 demodulator, MPEG frame synchronization, dan Reed Solomon error correction.
  • Burst modulator: mengirim sinyal keluar melewati tuner, melakukan encoding Reed Solomon, modulasi QPSK/QAM-16 dari frekuensi tertentu, dan penerjemah Digital -> Analog.
  • AC: Media Access Control, bertugas untuk melakukan ranging yang sangat mirip dengan protokol satelit.
  • Interface: bisa Ethernet, PCI Bus, USB, atau yang lainnya.

Kecepatan data downstream (yang masuk) rata-rata berkisar antara 4-56 Megabit per detik. Sedangkan kecepatan upstream (yang keluar) berkisar antara 256 Kilobit hingga 3 Megabit per detik. Catatan: satu byte sama dengan delapan bit.

Berikut ini perbandingan kecepatan download sebuah file berukuran 10 Megabyte dalam kondisi internet ideal:

KECEPATAN/JENIS MODEM WAKTU TRANSFER
14400 bps telephone modem 1,5 jam
28800 bps telephone modem 46 menit
56000 bps telephone modem 24 menit
128000 bps ISDN modem 10 menit
1,54 Mbps koneksi T1 52 detik
4 Mbps cable modem 20 detik
10 Mbps cable modem 8 detik

Catatan: M = mega, bps = bit per second, 1 byte = 8 bit

Kecepatan transfer data banyak dipengaruhi oleh:

  • Kecepatan komputer anda.
  • Perangkat keras dan lunak yang mengatur alur data antara jaringan dan internet
  • Kepadatan lalu-lintas internet yang melalui backbone internet dari penyedia jasa internet
  • Kemampuan dan kecepatan dari server di mana anda meminta/mengkases data
  • Jumlah pengguna yang mengakses suatu server pada saat yang bersamaan

Pada umumnya cable modem tidak membutuhkan software khusus dari sisi pelanggan. Selama Operating System yang digunakan bisa mengenali dan menggunakan Network Interface Card seperti layaknya jaringan lokal, maka seharusnya tidak ada masalah.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada standar internasional untuk cable modem. Di US digunakan standar MCNS, sedangkan di Eropa digunakan standar DVB/DAVIC, dan ada lagi IEEE 802.14 yang masih gagal pada ronde pertama untuk membuat standar, tapi sedang berusaha membuat standar untuk sistem cable modem generasi ketiga.

1.3. Jaringan Internet

Topologi jaringan cable modem menyerupai bentuk tree yang memiliki induk bercabang-cabang.

Diagram 3
  • a: cable modem dari sisi penyedia jasa CATV
  • b: cable modem dari sisi pelanggan

Penyedia jasa televisi kabel yang harus menyediakan jasa internet dengan menghubungkan diri dengan penyedia jasa backbone internet yang lebih besar. Idealnya menggunakan koneksi OC-3 (155 Megabit per detik) atau bahkan multiple redundant OC-3 untuk mencukupi kebutuhan bandwidth dari banyak pelanggan.

Pelanggan akan seperti berada di dalam jaringan lokal (LAN) yang sangat luas, di mana jaringan lokal ini terhubung dengan internet. Karena itu masalah keamanan jaringan juga menjadi sangat penting, komputer pelanggan yang berada dalam jaringan bisa diakses dari dunia luar (internet) maupun dari dalam jaringan lokal itu sendiri (tetangga). Karena tidak menutup kemungkinan bahwa komputer pelanggan tersebut berlaku sebagai server, maka penjagaan keamanan komputer juga harus diperlakukan layaknya sebuah server, terutama jika pelanggan memang “membuka” komputernya untuk dijadikan web/FTP server pribadi, misalnya. Tapi harap diingat bahwa kecepatan transfer data tidak simetris, upstream jauh lebih kecil daripada downstream, jadi tidaklah efektif jika tujuan utama seseorang berlangganan adalah untuk membuka web server dengan load yang tinggi (untuk load sangat minimum mungkin masih memadai).

2. Perbandingan

Perbandingan ini dilakukan oleh penulis berdasarkan harga yang berlaku pada umumnya di kota tempat tinggal penulis yaitu Winnipeg, Manitoba, Canada.

2.1. Cable Modem vs. Telephone Modem

Melihat sejarah cable modem, bisa dikatakan bahwa sasaran utamanya adalah rumah tangga. Di benua Amerika Utara, lebih dari 50% rumah tangga memiliki atau berlangganan televisi kabel. Maka tidak heran jika cable modem adalah alternatif utama pengganti telephone modem yang sudah mulai terasa lambat, hampir tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan internet masa kini yang sudah semakin penuh dengan grafik dan multimedia yang ukurannya tidak tanggung-tanggung.

Seperti tertulis di tabel perbandingan antara kecepatan download beberapa jenis koneksi, untuk mendownload file berukuran 10 MB memakan waktu 24 menit, sedangkan dengan cable modem berkecepatan 4mbps file yang sama bisa diambil dalam waktu sekitar 20 detik. Dari segi kecepatan download, tampak jelas sekali perbedaannya (56000 vs. 4 Megabit per detik). Untuk kecepatan upload tidak sejauh itu perbedaannya, namun demikian perbedaannya masih tetap besar, karena untuk telephone modem maksimal 33600 bit per detik dibandingkan dengan cable modem sekitar 256 Kilobit per detik.

Seperti anda perhatikan dari tabel di atas, memang untuk biaya instalasi pertama cable modem lebih mahal daripada telephone modem, tetapi untuk jangka panjang, cable modem adalah alternatif yang tidak terlalu berbeda jauh biayanya dengan telephone modem tetapi jauh lebih cepat, terhubung 24 jam, dan tidak membutuhkan line telepon.

2.2. Cable Modem vs. DSL

DSL adalah kependekan dari Digital Subcriber Line. DSL adalah pesaing utama cable modem untuk saat ini. Ditinjau dari segi kecepatan dan biaya tidak berbeda jauh dengan cable modem. Di Winnipeg, tempat penulis berada, setahu penulis baru tersedia ADSL (Asymmetric DSL), itu pun hanya untuk daerah-daerah tertentu yang jaringan kabel teleponnya sudah diupgrade atau memiliki enhancement tertentu.

ADSL tidak membutuhkan saluran telepon kedua, anda bisa menelepon teman pada saat yang bersamaan juga terkoneksi ke internet, melalui satu saluran telepon yang sama. Hal ini dimungkinkan karena sistemnya bisa membedakan antara transmisi data dengan frekuensi tinggi dan transmisi suara pada frekuensi rendah.

Sistem ini masih membutuhkan penyedia jasa internet sendiri, dan pada umumnya ada kerja sama khusus antara penyedia jaringan telepon dan penyedia jasa internet. Saat artikel ini ditulis, pelanggan harus membayar iuran baik ke penyedia jasa internet maupun ke penyedia jasa telepon untuk berlangganan ADSL.

Kecepatan ADSL tidak terlalu jauh berbeda dengan cable modem, di mana kecepatan downstream (data masuk) maksimum 1,5 Megabit per detik, dan kecepatan upstream (data keluar) berkisar antara 64 Kilobit per detik. Namun para pembuat teknologi ADSL mempunyai rencana untuk mengembangkan modem dengan kecepatan 52 Megabit per detik, kurang lebih 50 kali lebih baik dari apa yang ada sekarang.

2.3. Perbandingan Harga

Sekarang mari kita tinjau dari segi biaya.

Biaya yang hanya dibayar sekali:

Keterangan Telephone Modem ADSL Cable Modem
Modem 56k/v.90 $50-$120 $0 $0
Ethernet/NIC $0 $25-$150 $25-$150
Upgrade saluran telepon $0 $100 $0
Pemasangan $0 $30-$50 $60-$100
TOTAL $50-$120 $155-$300 $85-$250

Biaya bulanan:

Keterangan Telephone Modem ADSL Cable Modem
Iuran ISP $15-$25 $20-$251) $40-$602)
Sewa modem $0 $20-$25 $02)
Iuran telephone $20-$30 $25-$55 $0
TOTAL $35-$55 $65-$105 $40-$60

Catatan:

  • 1) transfer tidak dibatasi, satu email tambahan, dan static IP address.
  • 2)Iuran ISP untuk cable modem sudah termasuk biaya sewa cable modem, umumnya lebih dari satu (tiga hingga lima) account email POP3, dua hingga lima MB personal web space di server ISP. Sedangkan untuk telephone modem adalah account dial-up unlimited dan umumnya hanya satu account email POP3.
  • Biaya berdasarkan servis residensial (rumah tangga), untuk servis bisnis, biasanya lebih mahal.
  • Iuran telepon lokal di Winnipeg (dan di kota-kota besar di benua Amerika Utara pada umumnya) adalah flat rate, artinya TIDAK diukur berdasarkan pemakaian (pulsa maupun waktu), tetapi pelanggan hanya membayar iuran tetap bulanan saja.

3. Keuntungan dan Kerugian

3.1. Keuntungan

Keuntungan dari akses internet lewat cable modem juga meliputi semua keuntungan koneksi internet dengan menggunakan telephone modem yang umum digunakan saat ini untuk rumah tangga, namun tidak lagi dibutuhkan saluran telepon untuk internet, sehingga saluran telepon tidak selalu sibuk, ditambah lagi dengan kecepatannya yang tinggi, dan waktu koneksi yang tidak dibatasi. Namun hal yang terakhir ini bisa juga merupakan kerugian jika ditinjau dari sisi lain, hal ini akan kita bahas kemudian.

Satu lagi keuntungan yang agak menonjol dari cable modem adalah bahwa satu cable modem bisa dipakai bersama-sama oleh beberapa komputer sekaligus, misalnya jika anda mempunyai lebih dari satu komputer di rumah yang terhubung dengan jaringan lokal kecil-kecilan, maka seluruh jaringan tersebut bisa menikmati internet juga. Hal ini biasanya dilakukan dengan memasang sebuah Hub ke cable modemnya, kemudian komputer-komputernya dihubungkan ke Hub tersebut. Tentu saja anda bisa juga melakukan hal ini dengan telephone modem biasa, tetapi ukuran bandwidthnya jauh lebih kecil daripada cable modem, sehingga tidak efektif karena hanya sedikit data yang bisa lewat dalam satu saat, apalagi jika komputernya cukup banyak.

Selain digunakan di rumah tangga, tentu saja cable modem memiliki peluang besar untuk digunakan di area lain, misalnya bisnis. Kantor-kantor yang masih menggunakan ISDN atau teknologi lain yang sekelas dengan cable modem tetapi lebih mahal, akan sangat senang jika ada solusi cable modem dengan harga yang lebih murah.

Penulis mempunyai pendapat bahwa negara yang cerdik dan akan maju adalah negara yang menanam investasi besar untuk sektor pendidikan. Contoh penggunaan cable modem di institusi pendidikan dan penelitian adalah perpustakaan virtual, di mana semua buku disalin ke dalam format digital, mungkin dalam bentuk CD-ROM, atau database yang sangat besar, kemudian bisa diakses dari mana saja melalui cable modem, proses penelitian dan belajar bisa lebih cepat, karena mudahnya mendapatkan informasi. Pengguna bisa melakukan pencarian terhadap subjek tertentu dari semua buku yang ada, bahkan bisa mencari suatu kata/frase tertentu. Yang lebih penting lagi, informasi ini bisa disebarluaskan dengan mudah dengan adanya cable modem ini, bayangkan jika perpustakaan virtual ini bisa dijangkau dari seluruh pelosok nusantara, ditambah lagi dengan banyaknya informasi lain yang bisa digali dari internet.

3.2. Kerugian dan solusinya

Apabila anda tidak ingin seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak, untuk mengakses internet tanpa pengawasan (atau di luar jam-jam yang ditentukan), ini adalah hal yang patut dipertimbangkan.

Masalah ini tidak terlalu sulit dipecahkan jika anda menggunakan Operating System yang menggunakan konsep multi-user, seperti misalnya Linux, di mana anda bisa membuat beberapa user (mungkin sejumlah anggota keluarga anda), yang masing-masing diberi hak berlainan. Namun tentunya pengguna Operating System seperti itu belum banyak untuk rumah tangga yang pada umumnya menggunakan Operating System Windows atau Macintosh.

Solusi lainnya mungkin tidak seefektif jika anda menggunakan OS multi-user, tetapi biasanya dilakukan melalui pembatasan dari program pengakses internet, contohnya web browser (misalnya Netscape atau Internet Explorer) dan program percakapan (misalnya mIRC), yaitu dengan memasang password, yang hanya diketahui oleh anda, untuk menjalankannya, maka setiap anggota keluarga lain akan menggunakan internet, harus dengan ijin anda. Sepengetahuan penulis ada beberapa program shareware yang memang bertujuan untuk memasang password untuk menjalankan program-program tertentu. Program-program shareware bisa dicari di Download.com.

Kekurangan lain dari cable modem adalah kecepatan upstream (data keluar) yang tidak sebanding dengan kecepatan downstream (data masuk), hal ini membuat cable modem kurang sesuai jika dijadikan pilihan utama untuk membuka server, misalnya web atau FTP server. Jika anda benar-benar membutuhkan koneksi yang memadai untuk server, maka Anda sepertinya membutuhkan koneksi T1 atau yang lebih baik.

4. Sumber Informasi Lain


Dokumen ini adalah hak cipta Ronny Haryanto. Distribusi ulang diperbolehkan selama catatan hak cipta ini diikutsertakan di setiap salinan. Dokumen ini pertama kali ditulis untuk majalah ELEKTRO Nomor 24, Tahun V, Januari 1999.

Juni 11, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: